Monday, 26 December 2016

Biopsi Aspirasi Jarum Halus

Biopsi Aspirasi Jarum Halus,Biopsi Aspirasi Jarum halus atau fine Needle Aspiration Biopsy (fNAB) adalah teknik terkini untuk meme riksa penyakit pada bagian tubuh yang berupa tonjolan atau tumor. 

Pada pemeriksaan Biopsi Aspirasi Jarum Halus, sel tumor diambil dengan jarum suntik dibantu dengan radiologi seperti USg sebagai panduan dokter untuk membuat jarum mencapai massa atau lokasi yang diinginkan. “hasil biopsi akan 100% akurat jika semua jaringan benar-benar terambil. oleh karena itu, pengambilannya dituntun dengan USg hingga benjolan tersebut untuk mencegah salah pengambilan jaringan,” papar dr. herlina Uinarni, Sp.Rad.PA.
Selain biopsi aspirasi jarum halus, terdapat tiga macam biopsi lainnya yaitu core biopsy dengan menggunakan jarum suntik berukuran besar untuk mengambil jaringan tumor; biopsi insisional dengan cara operasi untuk mengambil sebagian tumor melalui pemotongan dengan pisau bedah; dan biopsi eksisional untuk mengambil seluruh tumor yang dicurigai. Biopsi eksisional biasanya dilakukan jika massa tumor masih kecil dan belum ada penyebaran. Setelah melakukan diagnosis terhadap jaringan sel yang diambil, dokter spesialis akan menentukan stadium. “dokter akan menentukan ukuran tumor dengan penggaris khusus, ada atau tidaknya kelenjar getah bening di ketiak, supraklavikula dan infraklavikula , serta metastasis atau anak sebar di tempat yang jauh,” ujar dr. dhian hangesti, Sp.B(K)onk.
Biopsi Aspirasi Jarum Halus dapat dilakukan setiap saat dan pasien tidak perlu berpuasa terlebih dahulu. Pemeriksaan ini tidak menyebabkan risiko apapun seperti penyebaran sel kanker sehingga tergolong aman untuk penderita penyakit kanker. Selanjutnya dokter akan melakukan foto thorax, USg abdomen dan bone scan untuk mengetahui penyebaran ke paru-paru, hati, dan tulang. hasil laboratorium diperlukan dalam analisa untuk mengetahui kondisi pasien dan fungsi organ, serta penanda tumor seperti CeA dan CA15-3. Jika semua prosedur tersebut sudah dilaku kan, maka dokter dapat memastikan diagnosis, menentukan stadium kanker payudara, serta menentukan penanganannya. “Pena nganan kanker payudara berbeda-beda berdasarkan diagnosis dan stadiumnya. Ada yang perlu dioperasi benjolannya saja, ada yang seluruh payudaranya diangkat, ada yang tidak dioperasi sama sekali, dikemoterapi, disinar, dilakukan terapi target, atau diberi terapi hormon. Jadi jangan menganggap kalau kanker harus selalu dioperasi atau dikemo terapi,” kata dhian mengingatkan. dengan konsep one stop clinic , Breast Center di RS Pantai Indah Kapuk memberikan kemudahan dan kepastian karena pasien dapat mengetahui diagnosis ke lainan payudara dalam satu kali kunjungan. dokter spesialis wanita juga membuat pasien wanita merasa lebih nyaman dan tidak malu untuk berkonsultasi. Breast Center yang dilengkapi dengan alat berteknologi tinggi menentukan diagnosis yang akurat sehingga penanganannya pun tepat.
Baca Juga Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment